Warung Friend di Jalan Tasbih Sepi Pengunjung

 


Warung Friend, yang terletak di Jalan Tasbih, tepat di sebelah Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha, menjadi salah satu destinasi kuliner yang telah menghiasi keseharian para mahasiswa dan warga sekitar. Namun, di balik ragam menu lezat yang ditawarkan, pemiliknya, Mang Sulasni, menghadapi tantangan dalam menjaga kelangsungan usahanya.

Warung Friend tidak hanya menyediakan berbagai jenis minuman yang menyegarkan tetapi juga menggoda selera dengan menu makanan yang beragam. Dari Nasi Goreng, Capcay, Ayam Goreng, Mie Kuah, Mie Goreng, Sayuran Hijau, hingga Fuyung Hay, setiap hidangan dipersiapkan dengan cermat oleh Mang Sulasni. 

Meski telah beroperasi selama lebih dari 25 tahun di lokasi yang strategis, Mang Sulasni menghadapi tantangan ekonomi. Dalam wawancara, beliau menyatakan bahwa dagangannya seringkali sepi, terutama karena sedikitnya mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha yang berbelanja di warung tersebut.

"Pendapatan bersih yang saya dapatkan dalam sehari hanya sekitar Rp. 400.000," ungkap Mang Sulasni. "Saya sangat menghargai setiap pelanggan, tetapi sayangnya, jumlah mereka semakin berkurang." Saat dikunjungi di warungnya (24/12/2023). 

Mang Sulasni, yang berasal dari Lovina, menekankan komitmennya untuk terus melayani pelanggan di Warung Friend. Meskipun menghadapi tantangan ekonomi, beliau berusaha menjaga kualitas dan keberlanjutan usahanya.

Namun, dibalik senyum ramah dan semangat juang Mang Sulasni, terdapat kisah perjuangan ekonomi. Beliau harus menghadapi biaya operasional harian, termasuk uang listrik sebesar Rp. 25.000 dan uang air sebesar Rp. 13.000. Meskipun nominalnya mungkin terlihat kecil, namun seiring waktu, beban ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap keuangan warung.

Komentar